Selasa, 04 Januari 2011

JENIS AWAN


Awan terbentuk dari titik air. Kadang ada juga titik-titik es atau kristal es. Titik air dan es itu berasal dari air yang ada di permukaan planet kita. Air itu berasal dari air di permukaan laut, sungai, danau, rawa, waduk atau bendungan. Ada juga yang dari es di kutub dan salju di puncak gunung tinggi. Bahkan ada yang dari tumbuhan dan keringat. Semua air itu terbang ke langit karena menguap berubah dari cair menjadi gas.


Ketika uap air telah mencapai ketinggian tertentu di atmosfer, awan akan mencair. Awan harus mengalami kondensasi atau pengembunan. Kejadian ini diakibatkan karena udara yang dingin. Bahkan, kalau suhunya 0 derajat celsius, uap air berubah menjadi kristal es. Air dan es itu bisa mengambang di angkasa karena bobot mereka sangat kecil. Hal ini dapat dilihat sebagai awan. Sedangkan yang membuat awan jadi bermacam bentuk adalah tiupan angin. Kalau titik airnya semakin besar,awan tak bisa mengambang lagi dan akan jatuh ke bumi menjadi hujan.


Ilmu yang khusus mempelajari awan, namanya nefologi. Keluarga awan dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok awan rendah, awan tengah, awan tinggi dan awan vertikal. 


Awan Rendah

Awan yang sering kita lihat ini berada kurang dari 2.000 meter di atas permukaan tanah. Biasanya menyelimuti seluruh langit. Warnanya abu-abu. Ketika awan ini menyentuh tanah, dan bisa disebut kabut. Anggota keluarga ini antara lain stratus, nimbostratus, cumulus humilis, cumulus, dan stratocumulus.

Awan Tengah

Awan ini tinggal sekitar 2.000 meter - 6.000 meter di atas permukaan tanah. Warnanya putih. Anggota keluarganya berawalan alto. Contohnya, altostratus, altocumulus, dan altocumulus mackerel sky.

Awan Tinggi

Awan ini ada di lapisan troposfir, di ketinggian lebih dari 8.000 meter dari permukaan tanah. Di ketinggian ini, air akan membeku. Anggotanya, cirrus, cirrus uncinus, cirrostratus, dan cirrocumulus. ciri-ciri namanya ada cirro atau cirrus-nya.

Awan Vertikal

Keluarga ini tinggal di berbagai ketinggian. Contohnya adalah awan cumulonimbus, si penanda hujan deras. Bahkan kadang disertai badai. Itu sebabnya awan ini dijuluki kepala petir (thunderheads). Di awan ini sering  dijumpai pelangi yang indah.



sumber: sains-anak.blogspot.com

Sabtu, 01 Januari 2011

SOE HOK GIE - SEBUAH TANYA

Sebuah Tanya

akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

apakah kau masih berbicara selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku

(kabut tipis pun turun pelan-pelan
di lembah kasih, lembah mandalawangi
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudekap kau
dekaplah lebih mesra, lebih dekat

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi
kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya
kau dan aku bicara
tanpa kata, tanpa suara
ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

apakah kau masih akan berkata
kudengar derap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

(hari pun menjadi malam
kulihat semuanya menjadi muram
wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
dalam bahasa yang kita tidak mengerti
seperti kabut pagi itu)

manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru
(1 APRIL 1969)


*tiba-tiba pengen nulis puisi ini untuk seseorang..
(you're still the best)


JONGGRING SALOKA....

mengapa JONGGRING SALOKA jadi nama halaman ini...
ada 3 alasan yang pasti
1st..cz aku suka gunung..salah satu ciptaan terbaik Allah SWT buat hambanya
2nd..cz dua kata ini adalah puncak tertinggi di Pulau Jawa (punya impian ksana tapi kok tinggi banget..beracun pula..hikz :')
3th..cz aku suka seseorang di sana...
(sebuah prolog)


JONGGRING SALOKA


Jonggring Saloka adalah nama kawah di puncak Gunung Semeru, gunung tertinggi di tanah Jawa. Dengan ketinggian 3.676 mdpl. Sesuai dengan namanya, puncak Semeru merupakan puncak abadi para dewa. Saat di puncak Gunung Semeru ( Puncak Mahameru ) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 – 10 derajad Celsius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajad Celsius, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember – Januari sering ada badai. Terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15 - 30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Letusan berupa asap putih, kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter. Materi yang keluar pada setiap letusan berupa abu, pasir, kerikil, bahkan batu-batu panas menyala yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat. Kenal sama Soe Hok Gie aktivis pergerakan mahasiswa yang idealis itu kan? Nah beliau ini adalah salah satu korban si Jonggring Saloka ini..